Marius Borg Høiby, putra berusia 29 tahun dari Putri Mahkota Norwegia Mette Marit, dinyatakan bersalah oleh pengadilan Oslo atas dua kasus pemerkosaan. Ia dijatuhi hukuman empat tahun penjara.

Høiby, yang bukan anak kandung dari Raja Harald V, telah menjadi sorotan media Norwegia selama bertahun-tahun. Kasus ini menarik perhatian internasional karena melibatkan anggota keluarga kerajaan.

“Putusan pengadilan menegaskan bahwa tidak ada yang kebal hukum di Norwegia, termasuk anggota keluarga kerajaan,” kata seorang pengacara hakim korban dalam konferensi pers setelah putusan, Jumat (14/6/2026).

“Hari ini adalah hari yang penting bagi keadilan. Korban telah memberanikan diri untuk bersuara dan pengadilan telah mendengarkan.” — Pengacara Hakim Korban

Kerajaan Norwegia belum memberikan komentar resmi terkait putusan ini. Namun, sumber istana mengindikasikan bahwa Putri Mette Marit “sangat sedih” atas putusan tersebut.

Kasus ini menimbulkan debat publik di Norwegia tentang peran dan tanggung jawab anggota keluarga kerajaan, serta bagaimana sistem peradilan menangani kasus-kasus yang melibatkan tokoh publik.

“Ini membuktikan bahwa sistem peradilan Norwegia berfungsi dengan baik. Tidak ada yang di atas hukum, tidak peduli status atau posisi mereka.” — Prof. Lars Berg, pakar hukum Universitas Oslo

Redaksi KADAR | 15 Juni 2026