Cape Verde berhasil menahan imbang Spanyol 0-0 dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 di Estadio Akron, Guadalajara. Hasil ini menjadi kejutan besar mengingat Spanyol adalah salah satu favorit turnamen.
Spanyol mendominasi penguasaan bola dengan 72%, namun gagal mencetak gol meskipun menciptakan 15 peluang. Cape Verde bermain dengan pertahanan yang sangat disiplin dan memanfaatkan serangan balik.
“Kami datang ke sini dengan rencana yang jelas dan para pemain menjalankannya dengan sempurna. Hasil ini membuktikan bahwa sepak bola tidak mengenal status,” kata pelatih Cape Verde, Lúcio Antunes, setelah pertandingan.
“Ini adalah momen bersejarah bagi Cape Verde. Kami tidak punya apa-apa untuk dikalahkan dan segalanya untuk dimenangkan.” — Lúcio Antunes, Pelatih Cape Verde
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengakui bahwa timnya bermain di bawah standar. “Kami tidak tampil sesuai ekspektasi. Cape Verde bermain dengan sangat baik dan kami harus mengakui itu.”
Kiper Cape Verde, Vozinha, menjadi pahlawan dengan beberapa penyelamatan gemilang, termasuk menepis tendangan bebas Pedri di menit ke-78.
Pertandingan ini menjadi perhatian global karena menunjukkan bahwa tim-tim kecil bisa bersaing dengan raksasa sepak bola. Cape Verde, yang memiliki populasi hanya 550.000 jiwa, membuktikan bahwa semangat dan kerja keras bisa mengalahkan kemampuan teknis.
“Sepak bola indah karena ketidakpastiannya. Cape Verde mengingatkan kita bahwa mimpi bisa jadi kenyataan.” — Komentator BBC Sport
Redaksi KADAR | 16 Juni 2026
Komentar