Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan larangan bagi anak di bawah 16 tahun untuk mengakses media sosial. Larangan ini rencananya akan berlaku mulai musim semi 2027.
“Saya tidak bersedia berkompromi terhadap keselamatan dan kebahagiaan anak-anak kita,” ujar Starmer dalam konferensi pers di Downing Street, Sabtu (14/6/2026).
Keputusan ini muncul setelah tekanan publik yang meningkat terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak-anak. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara penggunaan media sosial yang berlebihan dengan meningkatnya kasus kecemasan dan depresi pada remaja.
“Data menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan media sosial lebih dari 3 jam sehari memiliki risiko 2 kali lipat mengalami masalah kesehatan mental.” — Prof. Sarah Mitchell, Universitas Oxford
Reaksi masyarakat terbagi. Sebagian orang tua mendukung langkah ini sebagai perlindungan terhadap anak-anak, sementara yang lain khawatir tentang bagaimana larangan ini akan diterapkan dan bagaimana privasi anak akan dilindungi.
Platform media sosial seperti TikTok, Snapchat, dan Instagram belum memberikan komentar resmi terkait pengumuman ini. Namun, beberapa analis memperkirakan bahwa platform-platform ini akan menentang keras larangan tersebut.
“Ini adalah langkah yang berani tapi perlu. Kita sudah terlambat melindungi generasi muda dari dampak negatif media sosial.” — Dr. James Wilson, pakar keamanan siber
Redaksi KADAR | 15 Juni 2026
Komentar