Serangan udara Rusia yang menghantam kota Kyiv pada Rabu kemarin menewaskan sedikitnya 11 orang dan menghanguskan Katedral Dormition yang merupakan salah satu bangunan bersejarah paling penting di Ukraina.

Katedral yang dibangun pada abad ke-11 ini merupakan bagian dari kompleks biara Kyiv-Pechersk Lavra yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO. Api yang membakar katedral dapat dilihat dari berbagai penjuru kota.

“Pembakaran katedral ini adalah kejahatan perang yang tidak bisa dimaafkan,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pernyataan video yang diunggah di media sosial, Kamis (13/6/2026).

“Ini bukan hanya serangan terhadap bangunan, ini serangan terhadap warisan budaya dan identitas bangsa Ukraina.” — Presiden Volodymyr Zelenskyy

Sebaliknya, Ukraina juga melakukan serangan balasan ke kota Tula di selatan Moskow, yang menewaskan tiga orang. Eskalasi kekerasan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik akan semakin memanas meskipun negosiasi gencatan senjata sedang berlangsung.

Komunitas internasional mengecam serangan tersebut. UNESCO menyebutnya sebagai “kehilangan budaya yang tidak tergantikan” dan mendesak kedua belah pihak untuk melindungi situs-situs bersejarah.

“Serangan terhadap situs budaya adalah pelanggaran hukum internasional. Kami mendesak penghentian segera terhadap segala bentuk kekerasan terhadap warisan budaya.” — Direktur Jenderal UNESCO

Redaksi KADAR | 15 Juni 2026