Babak Baru Sepak Bola Nasional: Kompetisi Liga 1 Resmi Gunakan VAR Secara Penuh
Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1, secara resmi mengoperasikan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di seluruh pertandingan pembuka musim yang bergulir pada Rabu (24/6/2026). Langkah monumental ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kontroversi keputusan wasit yang kerap memicu kericuhan suporter di musim-musim sebelumnya.
Penerapan teknologi bernilai puluhan miliar rupiah ini didukung oleh pembangunan pusat komando terpusat (centralized VAR room) di Jakarta yang terhubung langsung menggunakan jaringan serat optik ke 18 stadion di seluruh Indonesia. Pada hari pertama penerapannya, VAR terbukti langsung menganulir dua gol yang terindikasi offside tipis dan memberikan satu penalti krusial yang luput dari pandangan wasit utama.
“Mulai hari ini, era kegelapan di mana keputusan kontroversial sering merusak integritas liga telah resmi berakhir,” kata Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) dalam peresmian fasilitas ruang kontrol VAR.
Tantangan utama yang dihadapi oleh penyelenggara bukanlah persoalan perangkat keras, melainkan kesiapan sumber daya manusia. Federasi sepak bola nasional (PSSI) telah menghabiskan waktu lebih dari enam bulan untuk melatih dan menyertifikasi wasit-wasit lokal dengan bimbingan langsung dari instruktur khusus yang didatangkan oleh FIFA.
“Proses kalibrasi kamera dan komunikasi dengan wasit di lapangan masih terasa sedikit kaku, namun secara keseluruhan ini adalah lompatan besar demi sepak bola yang lebih adil,” ujar Akmal Marhali, koordinator Save Our Soccer (SOS).
Penerapan VAR ini diharapkan tidak hanya menekan potensi pengaturan skor (match fixing) oleh mafia sepak bola, tetapi juga meningkatkan nilai tawar hak siar kompetisi kepada sponsor. Jika terbukti sukses tanpa hambatan berarti di paruh musim pertama, sistem ini direncanakan akan diperluas penggunaannya ke pertandingan-pertandingan penting di kompetisi kasta kedua (Liga 2) tahun depan.
Redaksi KADAR | 24 Juni 2026


