Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin dalam rapat kebijakan moneter terbaru. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi.

Gubernur BI menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil meski ada pengetatan kebijakan moneter. “Kami melihat resilient-nya ekonomi domestik,” katanya dalam konferensi pers.

Dampak ke Masyarakat

Kenaikan suku bunga berdampak langsung ke cicilan KPR, KKB, dan kredit lainnya. Nasabah dengan pinjaman bunga mengambang akan merasakan kenaikan cicilan bulanan.

Namun, BI meyakinkan bahwa langkah ini diperlukan untuk jangka panjang. “Stabilitas harga tetap menjadi prioritas utama kami,” tambah Gubernur.

Reaksi Pasar

Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS setelah pengumuman ini. Indeks saham domestik juga menunjukkan respons positif, mengindikasikan kepercayaan pasar terhadap kebijakan BI.