Koreksi Ekstrem Sektor AI: Ratusan Triliun Menguap di Wall Street dalam Semalam

Indeks Nasdaq Composite di Wall Street mencatatkan penurunan harian terburuknya sejak 2022 setelah merosot 4,5 persen pada penutupan perdagangan Kamis (25/6/2026). Kejatuhan ini dipicu oleh koreksi ekstrem pada saham-saham perusahaan raksasa teknologi (Big Tech) yang sebelumnya mengandalkan narasi euforia Kecerdasan Buatan (AI).

Nilai kapitalisasi pasar gabungan dari tiga perusahaan pembuat cip dan perangkat lunak terkemuka menguap lebih dari $350 miliar hanya dalam waktu empat jam perdagangan. Pemicu utamanya adalah rilis laporan keuangan kuartal kedua yang menunjukkan bahwa pengembalian investasi (ROI) dari infrastruktur AI jauh lebih lambat dari proyeksi awal para analis.

“Ini bukan pecahnya gelembung (bubble) secara keseluruhan, melainkan ‘reality check’ bahwa adopsi AI generatif pada tingkat perusahaan (enterprise) membutuhkan siklus penjualan yang lebih panjang,” kata analis senior dari Morgan Stanley dalam catatan riset paginya.

Selama dua tahun terakhir, valuasi perusahaan yang berkaitan dengan AI memang telah melonjak tajam tanpa dukungan fundamental pendapatan yang setara. Koreksi besar-besaran ini menyadarkan para investor ritel bahwa biaya operasional (opex) untuk menjalankan model bahasa besar (LLM) jauh melebihi margin keuntungan perangkat lunak tradisional.

“Pasar sedang menghukum perusahaan yang hanya mengandalkan label AI tanpa bisa membuktikan model bisnis yang berkelanjutan dan arus kas positif,” ujar Cathie Wood, CEO Ark Invest, saat diwawancarai oleh jaringan televisi finansial.

Para pakar keuangan memprediksi bahwa volatilitas di sektor teknologi akan terus berlanjut hingga akhir tahun, memaksa perusahaan rintisan (startup) AI untuk melakukan konsolidasi atau merger. Kejatuhan saham teknologi ini dipastikan akan merambat ke bursa Asia dan Eropa pada pembukaan pasar hari berikutnya.


Redaksi KADAR | 25 Juni 2026