Lebih Ringan dan Murah, Kacamata Realitas Campuran Apple Siap Masuk Pasar Konsumen Massal

Raksasa teknologi asal Cupertino, Apple Inc., dilaporkan tengah mempersiapkan peluncuran generasi kedua kacamata realitas campuran (mixed reality) mereka pada acara tahunan awal September mendatang. Berbeda dengan pendahulunya yang dibanderol mahal dan ditujukan bagi pengembang profesional, versi terbaru ini dipangkas bobotnya dan dihargai jauh lebih murah.

Bocoran dari rantai pasok manufaktur di Taiwan menunjukkan bahwa perangkat yang diprediksi bernama “Apple Vision Air” ini menggunakan bodi berbahan polikarbonat khusus untuk menggantikan kerangka logam yang berat. Apple juga dikabarkan menghilangkan layar proyeksi eksternal (EyeSight) guna menekan biaya produksi dan memperpanjang daya tahan baterai internal.

“Langkah ini sangat krusial bagi kelangsungan ekosistem komputasi spasial, karena tanpa adopsi konsumen massal, pengembang pihak ketiga tidak akan memiliki insentif untuk membuat aplikasi di platform tersebut,” kata Mark Gurman, jurnalis teknologi veteran dari Bloomberg.

Sejak peluncuran produk pertamanya pada awal 2024, penjualan perangkat kategori ini sempat mandek karena harganya yang menembus Rp50 juta per unit. Kehadiran versi murah ini dianggap sebagai respons langsung terhadap Meta Platforms yang mulai mendominasi pasar kacamata pintar (smart glasses) melalui kolaborasi suksesnya dengan merek Ray-Ban.

“Jika mereka berhasil mematok harga di kisaran Rp15-20 juta, ini berpotensi menjadi ‘momen iPhone’ baru yang akan mendefinisikan ulang cara kita mengonsumsi media dan bekerja jarak jauh,” ujar Ming-Chi Kuo, analis rantai pasok teknologi dari TF International Securities.

Para pakar industri meyakini bahwa pasar headset VR/AR tidak akan benar-benar menggantikan ponsel cerdas dalam dekade ini. Namun, evolusi teknologi optik yang semakin ringkas perlahan tapi pasti mulai menggeser peran tablet dan monitor komputer konvensional dalam kehidupan sehari-hari kaum urban.


Redaksi KADAR | 24 Juni 2026