Bebas Blank Spot, 5.000 Desa Terpencil Resmi Terkoneksi Internet Satelit Berkecepatan Tinggi
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengumumkan rampungnya fase pertama pemasangan terminal internet satelit orbit rendah (LEO) di 5.000 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pada Kamis (25/6/2026). Program ini berhasil menghubungkan ratusan sekolah dan puskesmas yang sebelumnya sama sekali tidak terjangkau jaringan seluler konvensional maupun kabel serat optik.
Infrastruktur ini memanfaatkan layanan satelit dari penyedia multinasional yang dipadukan dengan gateway lokal untuk memastikan keamanan aliran data nasional. Uji coba kecepatan rata-rata di lapangan menunjukkan latensi di bawah 40 milidetik dengan kecepatan unduh mencapai 150 Mbps, sangat memadai untuk mendukung kegiatan rapat virtual (telekonferensi) kesehatan dan pendidikan jarak jauh.
“Ini bukan lagi sekadar memfasilitasi komunikasi, melainkan upaya radikal pemerintah memutus rantai isolasi geografis yang selama ini menghambat pertumbuhan ekonomi digital di wilayah timur,” kata Menteri Kominfo dalam konferensi pers virtual langsung dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
Sebelumnya, proyek Palapa Ring sempat dianggap kurang maksimal karena biaya pembangunan menara pemancar transmisi di medan bergunung atau kepulauan sangat tidak rasional secara hitungan komersial bagi operator seluler (Telco). Kehadiran terminal parabola seukuran kotak piza yang mudah dipasang ini secara instan mengatasi kebuntuan infrastruktur tersebut dalam kurun waktu kurang dari setahun.
“Teknologi satelit LEO adalah game changer bagi dunia pendidikan kepulauan; guru kini bisa mengakses materi interaktif secara real-time tanpa harus menyeberang pulau mencari sinyal,” ujar Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, yang turut hadir dalam peresmian.
Fase kedua dari program ini dijadwalkan mulai bulan depan dengan fokus pada penguatan ekosistem e-commerce lokal. Pemerintah desa di wilayah sasaran juga akan diberikan pendampingan teknis agar ketersediaan koneksi internet berkecepatan tinggi tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga memfasilitasi penjualan komoditas perikanan secara daring.
Redaksi KADAR | 25 Juni 2026


