Hadirkan Musisi Legendaris, Festival Musik Terbesar Bersiap Guncang Bali Akhir Tahun
Festival musik tepi pantai terbesar di Asia Tenggara, “Oceanic Waves 2026”, resmi merilis daftar musisi utama (lineup phase 1) yang akan memeriahkan acara di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, pada Kamis (25/6/2026). Pengumuman ini langsung disambut histeris oleh penikmat musik karena berhasil memboyong dua band rok legendaris asal Inggris yang belum pernah menginjakkan kaki di Indonesia selama satu dekade terakhir.
Acara yang direncanakan berlangsung selama tiga hari tiga malam pada Desember mendatang ini diproyeksikan akan menarik lebih dari 100.000 pengunjung dari seluruh dunia. Selain musik, festival ini juga mengintegrasikan pameran instalasi seni digital, bazar kuliner lokal berstandar internasional, serta panggung khusus yang didedikasikan untuk musisi-musisi independen nusantara (indie).
“Kami ingin menjadikan Oceanic Waves bukan sekadar konser, tetapi sebuah destinasi wisata budaya pop yang menempatkan Bali sejajar dengan penyelenggaraan Coachella di Amerika atau Glastonbury di Eropa,” kata Festival Director saat peluncuran promosi di Jakarta.
Langkah berani mendatangkan musisi kelas atas (A-list) ini didukung penuh oleh pemerintah pusat sebagai bagian dari kampanye pemulihan pariwisata premium. Industri pertunjukan langsung (live events) memang terbukti mampu memberikan efek ganda (multiplier effect) yang masif bagi perputaran ekonomi daerah, mulai dari sektor perhotelan, transportasi lokal, hingga UMKM kriya.
“Dukungan kemudahan izin keramaian dan penyederhanaan bea cukai alat musik dari pemerintah sangat membantu promotor menekan biaya produksi yang sangat tinggi,” ungkap Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI).
Penjualan tiket pra-pesan (early bird) dikabarkan telah ludes terjual (sold out) hanya dalam waktu 15 menit setelah sistem dibuka, memicu keluhan kelumpuhan server (down) dari calon pembeli. Ke depannya, penyelenggara berjanji akan memperketat sistem keamanan tiket berbasis blockchain (NFT) guna memberantas praktik percaloan yang kerap merugikan penonton sesungguhnya.
Redaksi KADAR | 25 Juni 2026


