Akurasi 98 Persen, Kecerdasan Buatan Kini Jadi Asisten Wajib Dokter Radiologi Indonesia
Kementerian Kesehatan mengeluarkan regulasi baru yang mewajibkan seluruh rumah sakit tipe A dan B untuk mengintegrasikan asisten Kecerdasan Buatan (AI) dalam proses pembacaan hasil rontgen dan MRI mulai Rabu (24/6/2026). Kebijakan ini menyusul hasil uji coba klinis selama satu tahun yang membuktikan bahwa algoritma deep learning mampu meningkatkan akurasi deteksi tumor dini hingga menyentuh angka 98,5 persen.
Sistem AI yang diberi nama “Cakra-Medika” ini dirancang untuk mendeteksi anomali mikroskopis pada organ dalam yang sering kali terlewat oleh mata telanjang dokter (human error) akibat kelelahan bekerja (fatigue). Dalam praktiknya, AI bertindak sebagai pemberi opini kedua (second opinion) secara instan, menyoroti area mencurigakan pada gambar pindaian sebelum disahkan oleh dokter radiologi spesialis.
“Teknologi ini sama sekali bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan memberikan alat bantu mutakhir agar diagnosis berjalan lebih presisi dan antrean panjang analisis radiologi bisa dipangkas dari berhari-hari menjadi hitungan menit,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes dalam paparannya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Di tengah ketimpangan jumlah dokter spesialis radiologi antara Pulau Jawa dan daerah terpencil, penerapan teknologi cloud-AI ini menjadi solusi perantara (bridging solution) yang krusial. Hasil rontgen dari rumah sakit di pedalaman Papua kini dapat diunggah, dianalisis secara otomatis oleh AI, dan diverifikasi oleh dokter di Jakarta secara waktu nyata (real-time).
“Ini adalah lompatan kuantum dalam pelayanan medis kita; AI tidak pernah lelah dan telah dilatih menggunakan jutaan data citra medis, sehingga objektivitasnya dalam mendeteksi bercak kanker (nodul) sangat bisa diandalkan,” ujar dr. Terawan Agus Putranto, tokoh medis yang juga aktif mengawal inovasi kesehatan digital.
Untuk memastikan keamanan data rekam medis pasien, seluruh proses analisis gambar dilakukan menggunakan peladen (server) lokal (on-premise) yang dienkripsi secara penuh tanpa terhubung ke internet publik. Pemerintah menargetkan di akhir 2027, seluruh puskesmas rawat inap di Indonesia telah terhubung dengan ekosistem radiologi cerdas ini.
Redaksi KADAR | 24 Juni 2026


