WHO Keluarkan Peringatan Global Terkait Temuan Mutasi Baru Virus Zoonosis di Asia Timur
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menerbitkan peringatan kewaspadaan tingkat menengah menyusul teridentifikasinya klaster baru penularan virus influenza tipe A (H5N8) yang telah bermutasi di wilayah Asia Timur pada Kamis (25/6/2026). Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya yang hanya menular dari unggas, mutasi terbaru ini disinyalir telah memperoleh kemampuan transmisi antarmanusia (human-to-human) dalam jarak dekat.
Laporan awal dari otoritas kesehatan lokal menyebutkan terdapat 12 kasus positif yang terkonfirmasi pada pekerja peternakan komersial dan keluarga dekat mereka, dengan tingkat keparahan gejala pernapasan akut yang cukup tinggi. Sebagai langkah mitigasi (mitigation), jutaan unggas di radius 50 kilometer dari pusat penyebaran telah dimusnahkan secara massal untuk memutus rantai transmisi inang aslinya.
“Saat ini kita belum berada dalam fase pandemi, namun kecepatan mutasi virus ini mengharuskan seluruh sistem surveilans perbatasan (border surveillance) di kawasan Asia Pasifik untuk segera ditingkatkan,” kata Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, dalam taklimat media di Jenewa.
Kepanikan kecil sempat melanda bursa saham sektor pariwisata penerbangan usai peringatan ini dirilis, mengingatkan publik pada trauma krisis kesehatan global lima tahun silam. Meski demikian, para ilmuwan mengonfirmasi bahwa teknologi platform vaksin mRNA saat ini memungkinkan pembuatan vaksin penawar dalam waktu kurang dari 90 hari apabila virus tersebut benar-benar meluas.
“Masyarakat tidak perlu menimbun masker atau panik berlebihan; cukup tingkatkan kebersihan diri dan hindari kontak langsung dengan satwa liar atau peternakan unggas yang tidak terjamin higienitasnya,” ujar Prof. Tjandra Yoga Aditama, ahli epidemiologi dan mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.
Kementerian Kesehatan RI telah merespons peringatan ini dengan mengaktifkan kembali mesin-mesin pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di seluruh gerbang kedatangan internasional. Selain itu, rumah sakit rujukan infeksi (RSPI) Sulianti Saroso disiagakan untuk menerima sampel uji sekuensing genom (whole genome sequencing) dari pasien bergejala pneumonia misterius.
Redaksi KADAR | 25 Juni 2026


